Cuti sudah selesai... harus gak ketemu Agha deh pas jam kantor. Bunli di kampus, Agha sekolah di rumah Nenek. Hmmm, kangen Agha...

Baca Buku: Blink

Dikirim: February 17th, 2006 | Oleh: Yuliazmi | Kategori: Serba-serbi | 7 Komentar »

Blink English VersionAkhirnya saya selesai juga membaca Blink, karya Malcom Gladwell. Membaca buku hadiah ultah dari adek-adek di PMB ini memang membutuhkan effort yang cukup tinggi, mengingat kesan pertama saya yang mengkatagorikannya sebagai bacaan “berat” yang menggelitik. Judul buku ini memang menggelitik, Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir (Blink: The Power of Thinking Without Thinking), menggoda bukan? Belum lagi versi Indonesia yang saya dapatkan tampil dalam cover biru donker tulisan putih dan warna silver pada kata “Blink”. Blue is my favourite!

Dari buku ini saya mempelajari bahwa snap judgment (kesimpulan sekejap) dapat dianalogikan sebagai pisau bermata dua; Bisa untuk melindungi namun dapat sekaligus melukai pemiliknya. Hal ini yang dialami Gladwell seputar penampilannya, bahwa orang sering “menilai buku hanya dari sampulnya”, mendesak alam bawah sadarnya untuk menciptakan “Blink”. Memiliki snap judgment memang dibutuhkan namun kita perlu melatihnya untuk tetap memperhatikan thin slicing (cuplikan tipis) yang merupakan bagian dari proses rapid recognition (pemahaman cepat).

Buku ini menceritakan betapa dahsyatnya kolaborasi penglihatan, pendengaran, kesan, cara berpikir, pemahaman dan alam bawah sadar dalam menentukan baik buruknya sesuatu. Hmmm, intinya saya masih perlu membaca ulang buku ini supaya lebih memahami semua yang diuraikan oleh Gladwell :)
Artikel di cnn.com


7 komentar untuk “Baca Buku: Blink”

  1. 1
    Riyogarta
    berkomentar pada jam 1:45 pm
    tanggal 20 February 2006

    Assiikk, istriku sudah meng-khatam-kan blink-nya .. berati blink-nya bisa langsung diterapkan donk :D

  2. 2
    miniez
    berkomentar pada jam 11:52 pm
    tanggal 22 February 2006

    Yul, aku nyari2 shoutbox koq gak ada. emang gak ada toh…:”>
    khatam tuh artinya dah kelar. bener gak sih.
    kata Noni, baminya enak soalnya yg masak bukan mama.\:d/
    salam buat masnya yach (Riyo).

  3. 3
    miniez
    berkomentar pada jam 11:54 pm
    tanggal 22 February 2006

    aku suka bling2nya, kalo baca bukunya, ….duh mak…tebel yach.

  4. 4
    yuliazmi
    berkomentar pada jam 12:38 am
    tanggal 23 February 2006

    Hehe… emang gak ada shoutbox :d

    ‘Tul, khatam artinya tamat/kelar… pasti dikasih tau Noni artinya ;))
    Salam juga buat papa Erik (eh mas bhs belande nya apa siy?)

    Blink tebel? masak siy… cuman 316 halaman versi Indonesia, kalau yg ori gak tau deh.
    Masih ada yang lebih tebel mbak, Da Vinci Code, Eragon sama The Eldest :)) yang terakhir baru mulai aku baca \:d/

  5. 5
    sherly
    berkomentar pada jam 6:16 am
    tanggal 24 February 2006

    judulnya koq lucu hehehe… *blink blink* ;;)

    met weekend yah yul! take care :)

  6. 6
    Adinda - Amelia
    berkomentar pada jam 5:40 pm
    tanggal 25 February 2006

    met wien tante Yul n oom Riyo, itu buku tebel banget ??? :-? bacain buku bobo aja buat Adinda n Amelia :d

  7. 7
    Yuliazmi
    berkomentar pada jam 5:54 pm
    tanggal 26 February 2006

    Wah, Adinda& Amelia, memangnya di Boxtel ada Bobo? ;)

    Tante Yuli jadi inget ada cerita dongeng bersambung di Bobo, tentang anak air yang ingin jadi anak manusia…, sayang gak ngikutin petualangannya sampai selesai


Isi Komentar